My First LC Meeting

Biarin norak, maklumlah dari dulu pingin bangets dateng ke Leader Club (LC) Meeting, gegara status-statusnya mba aya, mamah arie yang setiap awal bulan selalu heboh kalo pas LC meeting. Jadi yang pertama tahu tentang promo dan event-event terbaru lagi..langsung panas deh. Someday saya juga pasti bisa dateng ke acara tersebut (yang mana minimal level Manager). Alhamdulillah kesampaian juga. dan enk ink enk..ternyata tanggal 1 november kemarin diadakan di kantor cabang daan mogot..secara nggak tahu daan mogot itu dimana, kesana naik apa. Bermodal tanya sana-sini, akhirnya dapatlah dua alternatif transportasi umum (maklum belum dapet CRV#ngeplak deh). Yang pertama naik KRL turun di stasiun pesing (sumpah baru pertama kali denger ada nama stasiun ini) terus lanjut kopaja atau ojek. yang kedua naik bis jurusan kali deres arah grogol langsung turun di depan kancab oriflame. Dan karena saya merasa lebih ayem naik KRL (secara belum tahu gedungnya yang mana) dan khawatir kalo naik bis terus bablas begimana, haha. Jadi, diputuskanlah naik KRL. terus pesen deh tuh turun ke cawang (rencana mau lanjut busway arah grogol).

cawang

Continue reading

Advertisements

Tangga itu Bernama Manager

manager12

ALhamdulillah, bulan oktober kemarin saya berhasil mencapai level Manager 12%. Tangga pertama manajemen team. Tangga pertama juga yang gaji/performance discountnya lumayan. Bahkan lebih dari gaji pertama saya di dunia kerja dulu. Apalagi buat ibu RT kayak saya. Dan saya yakin insyaAllah kedepannya akan terus naik dan naik. Hal diatas nggak saya dapat dengan ongkang-ongkang kaki atau berleha-leha, saya mencapainya dengan kerja keras. Continue reading

Prompt#69: Mata Pembawa Maut

Prompt 69 - Indah Lestari

Aku berjalan taktentu arah. Entah berada dimana. Kanan kiriku berbatas tembok. Sementara di depanku ada lorong yang panjang. Kulangkahkan kaki, berlari menembus udara lembab. Hanya suara napasku yang memburu menemani tapakku. Tapi sayup-sayup, terdengar suara lain yang semakin nyaring.

“Matamu.. Mata penuh kekejaman. Matamu.. Mata penyimpan dusta. Mata perayu. ┬áBerikan pada kami! ” Continue reading

GO AHEAD: Beli sebatang Rokok lalu menjadi Cowboy

Candu itu awalnya membuat kita merasa kuat dan melenakan, tapi pada akhirnya membunuh individu itu sendiri (Dian Farida Ismyama, cuplikan cerpen Candu, 20 cerpen terbaik Persembahan pada Bumi)

Balita perokok. foto dari sini
Balita perokok. foto dari sini

Masih ingat dengan Aldi Rizal?
Balita perokok yang melegenda. Di usianya yang kurang dari 2 tahun, dia telah fasih merokok. Bukan hanya aktif merokok tetapi gestur-nya laiknya perokok handal. Tinggal di kawasan nelayan di Sumatera, lahir dari keluarga kelas menengah ke bawah, tetapi kecanduan rokok. Fakta yang mengejutkan buat saya, saat mengandung Aldi, ibunya perokok aktif, merokok paling banyak setengah bungkus per hari. Continue reading