Lupa Minum Obat? Ini yang Harus Anda Lakukan!

lupa minum obat

Saya hadir lagi nih. Saya yakin banyak dari kita yang sering kelupaan minum obat. Entah terlewat beberapa jam, atau bahkan sudah mendekati waktu minum obat yang berikutnya. Tahukah teman-teman bahwa beberapa pasien membutuhkan obat yang banyak demi kesembuhannya, sementara lainnya perlu meminum obat dalam jangka waktu lama sesuai jenis penyakitnya. Dua alasan tersebut kadang membuat pasien lupa minum obat.

Penelitian menunjukkan lebih dari 80% pasien pernah lupa minum obat selama jadwal pengobatannya. Ketidakpatuhan yang tidak disengaja ini, tentu saja dapat membuat pengobatan menjadi gagal. Lupa minum obat dapat menjadi fatal bila pasien memutuskan sendiri aksi yang akan dilakukan tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker. Misalnya saja, setelah lupa minum obat, lalu ketika ingat, pasien mengira harus minum dobel dosis untuk menggantikan dosis yang terlupa. Padahal untuk beberapa obat, melipatgandakan dosis justru akan mengakibatkan munculnya efek samping atau bahkan toksisitas (keracunan).

Masalah di atas biasanya timbul karena pasien tidak mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan mengenai apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat. Oleh karena itu, tulisan ini akan memberikan informasi agar masyarakat menjadi tahu, apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat.

Kalau saya sendiri sih jelas pernah lupa minum obat. Agak bandel memang, mentang-mentang ngerasa tahu tentang efek obat, jadinya kadang justru jadi bumerang, menganggap enteng bila lupa minum obat. Padahal obat tertentu seperti antibiotik misalnya, baru berefek jika kadar terapinya tercapai. Istilahnya MIC (Minimum Inhibitory Concentration), konsentrasi obat minimal untuk menghambat atau membunuh bakteri. Nah, MIC ini akan tercapai ketika kita minum dengan teratur sesuai dosis dan aturan pakai. Kalau kurang, ya akibatnya MIC nggak tercapai, obat seolah berefek, padahal bisa saja bakterinya hanya pingsan, dan nantinya justru kebal/ resisten.

Adalagi antibiotik yang digunakan untuk pengobatan Tuberculosis (TBC), terlewat satu dosis saja, pasien harus mengulang dari awal. Padahal lama pengobatan hingga minimal 6 bulan. Bayangkan bagaimana kepatuhan pasien di kemudian hari, kalau keseringan mengulang terapi. Parahnya, nggak hanya ngulang terapi, tapi dikhawatirkan pasien harus ganti antibiotik lain di lini kedua yang secara harga jelas lebih mahal, dan efek sampingnya juga lebih besar.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi strategi apa yang harus dilakukan oleh pasien yang lupa minum obat, yaitu:

1.      Keadaan penyakit atau kebutuhan pasien

Pasien yang kondisinya membutuhkan obat dengan kadar yang stabil di dalam darah dan dalam jangka waktu lama untuk pemeliharaan, misalnya pada epilepsi dan penyakit penggumpalan darah yang membutuhkan anti penggumpalan darah, memerlukan perhatian khusus bila lupa minum obat. Ketidaktepatan dalam strategi yang dilakukan tentu saja dapat mempengaruhi kadar obat di dalam darah yang mengakibatkan timbulnya gejala penyakit, seperti terjadinya kejang pada pasien epilepsi. Di sisi lain, pasien dengan tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, ketika lupa minum satu dosis obat, konsekuensi yang terjadi tidaklah sefatal penyakit epilepsi atau penggumpalan darah di atas.

2.      Karakteristik obat

Pasien yang menerima obat dengan indeks terapi sempit (batas keamanannya sempit), perlu hati-hati bila lupa minum obat. Bila dosis kurang akan mengakibatkan obat kehilangan efeknya, sementara bila minum dosis dobel, justru akan menyebabkan terjadinya efek yang tidak diinginkan.

3.      Waktu paruh obat

Waktu paruh adalah waktu yang diperlukan obat untuk dikeluarkan dari tubuh sebesar 50% atau separuhnya. Setelah pengobatan selesai, dibutuhkan 4-5 kali waktu paruh untuk mengeluarkan seluruh obat dari tubuh. Waktu paruh juga merupakan dasar dari jarak atau interval pemberian obat. Pemberian obat tiap 6 jam misalnya, menandakan bahwa waktu paruh obat < 6 jam, sehingga dosis berikutnya harus segera diberikan, sebelum obat terbuang seluruhnya dari tubuh. Obat dengan waktu paruh pendek, akan kehilangan efeknya dengan cepat bila lupa diminum. Sementara obat atau metabolit aktif (hasil metabolisme obat yang berefek) yang mempunyai waktu paruh panjang, justru lebih sedikit mengakibatkan masalah ketika dosis obat terlupa, dibandingkan dengan obat yang waktu paruhnya pendek.

Bagaimanapun juga, tidak semua efek klinis obat terkait dengan waktu paruhnya. Hal ini terjadi ketika obat beraksi melalui mekanisme irreversible (tidak dapat balik), misalnya efek aspirin pada keping darah. Sama halnya dengan obat yang beraksi melalui mekanisme tidak langsung, contohnya efek warfarin pada penggumpalan darah, dan ketika obatnya adalah pro-drug (di mana yang berefek justru hasil metabolismenya) atau ketika obat berubah menjadi metabolit aktif yang memiliki waktu paruh panjang.

Obat dengan waktu paruh panjang, membutuhkan waktu untuk mengembalikan konsentrasi terapetik (yang mengakibatkan efek terapi), kecuali dosis tambahan diberikan. Sedangkan obat dengan waktu paruh pendek, akan kehilangan efek terapinya dengan cepat. Selain itu, obat dengan dosis pertama yang langsung menimbulkan efek, misalnya ACE inhibitor yang dikombinasi dengan diuretik, juga mengakibatkan masalah klinis ketika dosis normal dilanjutkan.

Obat-obat tertentu, bila lupa minum obat, ternyata sangat berpengaruh secara klinis.

Di bawah ini adalah beberapa obat yang perlu diperhatikan, serta pasien perlu diberikan informasi, apa yang harus dilakukan bila lupa minum satu dosis:

Kontrasepsi oral (pil KB)

Kontrasepsi oral kombinasi

Jika lupa satu atau lebih tablet yang tidak aktif (placebo), tidak diperlukan kontrasepsi tambahan untuk pencegahan. Dosis berikutnya harus dimulai dengan mengabaikan dosis yang terlupa.

Bagaimanapun juga, jika semua tablet yang tidak mengandung zat aktif terlupa dan kemasan berikutnya tidak dimulai tepat waktu, maka mulailah langsung ketika ingat. Kontrasepsi tambahan seperti kondom harus digunakan selama 7 hari ke depan.

Jika obat yang mengandung zat aktif terlupa dalam waktu 12 jam dari waktu seharusnya, segeralah minum obat ketika ingat. Kemudian, minum obat berikutnya di jam normal.

Jika lupa minum obat lebih dari 12 jam dari waktu seharusnya, efek perlindungan dari kontrasepsi mungkin berkurang pada siklus tersebut. Risiko hamil lebih tinggi bila lupa minum obat terjadi pada minggu pertama, atau di minggu terakhir dalam satu siklus kontrasepsi oral (satu strip atau satu kemasan), minumlah obat yang terlupa sesegera mungkin ketika ingat, walaupun berarti minum dua tablet sekaligus di waktu yang sama. Teruskan meminum tablet harian seperti biasanya, dan gunakan kontrasepsi pencegahan (kecuali untuk kontrasepsi metode suhu badan) dalam 7 hari ke depan. Jika 7 hari tersebut melebar ke tablet yang tidak mengandung zat aktif, lewati bagian tablet tanpa zat aktif tersebut dan mulailah kemasan baru di bagian tablet yang mengandung zat aktif di hari berikutnya.

Kontrasepsi oral Progesteron saja

Untuk wanita yang menggunakan tablet progesterone saja, rekomendasi penggunaan metode kontrasepsi lainnya adalah selama 14 hari jika dosis tertunda selama 3 jam atau lebih.

Antikonvulsan (Obat Anti Kejang)

Acetazolamide, Carbamazepine, Ethosuximide, Phenytoin, Tiagabine, Topiramate, Vigabatrin.

Bila sudah mendekati dosis berikutnya (dalam 4 jam), lewati dosis yang terlupa dan minum dosis berikutnya. Jika tidak, minumlah sesegera mungkin ketika ingat, lalu kembali minum obat sesuai jam yang biasanya. Jangan meminum dua dosis untuk mengganti obat yang terlupa, karena hal tersebut dapat meningkatkan risiko kejadian efek yang tidak diinginkan.

Lamotigrin, Sodium Valproat

Jangan meminum dosis dobel untuk mengganti dosis yang terlupa (obat ini mempunyai waktu paruh panjang).

Digoxin dan Warfarin

Jika sudah mendekati dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat, dan minumlah dosis berikutnya jika sudah waktunya. Jika tidak, minumlah sesegera mungkin ketika ingat dan kembali minum obat sesuai jadwal biasanya. Jangan mendobel dosis untuk mengganti obat yang terlupa.

Psychotropics (Obat Gangguan Jiwa)

Lithium dan Antidepressants selain monoamine oxidase inhibitors

Jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya (dalam 2 jam), lewati dosis yang terlupa, dan minum dosis berikutnya bila sudah waktunya. Jika tidak, minumlah obat yang terlupa sesegera mungkin ketika ingat, lalu kembali minum obat sesuai jadwal biasanya.

Monoamine oxidase inhibitors, Phenelzine, dan Tranylcypromine

Jangan meminum dosis 2 kali lipat untuk mengganti dosis yang terlupa. Jangan meminum ekstra dosis, tunggu hingga hari berikutnya dan minum dosis normal.

Jangan Berlebihan

Untuk sebagian besar pasien, terkadang lupa minum obat akan berpengaruh sedikit pada hasil pengobatan. Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Jika anda lupa minum satu dosis atau lebih, minumlah dosis berikutnya pada jadwal normal dan dengan jumlah yang normal. Jangan meminum lebih, kecuali diresepkan oleh dokter.
  2. Jika anda lupa satu dosis, abaikan dan teruskan minum obat di jadwal biasanya.

Informasi di atas penting untuk diberitahukan di awal pengobatan, dengan tujuan mengurangi kecemasan pasien dan mencegah terjadinya masalah dalam pengobatan. Bila pasien sudah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika lupa minum obat, maka pengobatan akan menghasilkan efek yang diharapkan, meskipun pernah terlupa satu dosis. Sebaiknya, tanyakanlah informasi bila lupa minum obat pada apoteker, ketika Anda menebus resep. Selain itu, teman-teman juga perlu memberitahu dokter atau apoteker, bila pernah lupa minum obat dan merasa ada efek yang lain dari biasanya, agar dokter dan apoteker dapat melakukan sesuatu terkait hal tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat ya teman-teman.

Artikel ini pernah diterbitkan di Tribun Jogja, rubrik Health. Tulisan di atas adalah artikel aslinya dan sedikit saya modifikasi agar lebih santai:)

Lupa-minum-obat-ini-yang-harus-dilakukan

jika lupa minum obat

Advertisements

16 thoughts on “Lupa Minum Obat? Ini yang Harus Anda Lakukan!

  1. Ternyata rumit yak. Saya kalo ke dokter dan dikasih obat suka anggap remeh kalo obat harus diminum 3 kali sehari, atau harus habis walaupun sudah sembuh. Biasanya sih lupa aja gitu =D

    Like

  2. Ini yang Ibuku tanyakan kemarin, mba Dian.
    Karena sedang kurang enak badan, maka beliau mengkonsumsi obat.
    Tapi sakitnya belum bisa hilang sepenuhnya, karena waktu minum obat yang tidak rutin sehari 3 kali.

    Bagaimana mengakali waktu paruh di saat Ramadan?

    Like

    • Kalo obat maag yang otc (obat bebas/bebas terbatas) gapapa mbak, begitu sembuh ga usah diminum lagi. Tapi kalau resep apalagi misal plus antibiotik tergantung dokter minta berapa lama dihabiskan. Soalnya ada permasalahan lambung yang ternyata ada infeksi bakterinya

      Like

  3. Aku biasanya nulisin jadwal makan obat dipintu kulkas kak. Terutama antibiotik. Harus habis satu resep. Takut banget kalau jari resisten. Obat lain sih belum pernah nyoba. Amit amit deh. Jangan sampai

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.